Apa Yang Memenuhi Memori Pikiran Anda?

Noak.id, Apa Yang Memenuhi Memori Pikiran Anda – Kita diberikan hati dan pikiran, salah satunya untuk menyimpan memori atau ingatan.

Tergantung memori apa yang paling banyak kita simpan, dan memenuhi hati serta pikiran.

Ini adalah pilihan, dan masing-masing kita bisa memilihnya. Setiap pilihan menimbulkan konsekuensi yang berbeda-beda pada diri kita.

Apabila hati dan pikiran anda penuhi dengan memori keburukan, kesalahan, kelemahan dan hal-hal negatif dari pasangan, niscaya tidak ada tempat lagi untuk mengingat kebaikan-kebaikannya.

Dampaknya akan sangat melelahkan jiwa, karena anda akan merasa sedih, jengkel, marah, kecewa bercampuraduk jadi satu.

Setiap melihat pasangan, yang terbayang hanya kekurangannya. Seakan tidak pernah ada kebaikan yang dimiliki pasangan sama sekali.

Anda akan selalu mengeluh tentang pasangan. Curhat kepada semua orang tentang kekurangan pasangan. Membandingkan dengan pasangan orang lain yang seakan-akan lebih baik dan lebih sempurna dari pasangan anda.

Seumur hidup akan diliputi rasa sedih dan kecewa, jika anda memilih memenuhi memori hati dan pikiran anda dengan sisi kekurangan pasangan.

Namun apabila hati dan pikiran anda penuhi dengan memori kebaikan, kekuatan, keutamaan, keistimewaan dan hal-hal positif dari pasangan, niscaya tidak ada tempat lagi untuk mengingat kekurangan-kekurangannya.

Dampaknya akan sangat menyehatkan jiwa karena anda akan merasa bahagia dan bangga dengan pasangan anda. Setiap melihat pasangan, yang tampak hanya kelebihan dan kebaikannya. Seakan ia manusia paling istimewa yang diciptakan Allah bagi hidup anda.

Tergantung kepada pilihan anda. Sesungguhnyalah yang membuat kita selalu bersyukur dalam hidup, adalah apabila selalu mampu melihat sisi kebaikan lebih banyak dan lebih dominan, dan mampu cepat melupakan serta melupakan sisi kekurangan pasangan.

See also  Kisah Sebuah Penghapus By Bang Zul Zulkieflimansyah Gubernur NTB

Syukur kita akan melemah bahkan bisa hilang, apabila selalu cenderung fokus pada kekurangan pasangan, dan tidak pernah mengingat kebaikannya.

Sumber: Facebook cahyadi takariawan