Buku atau Gadget…? Gadget sebagai alat bantu atau hiburan utama?

noak.id, Buku atau Gadget..?

Ketika orang dewasa ataupun anak-anak di kasi pilihan “Buku atau Gadget” kira-kira mereka akan memilih yang mana?

Tentulah mereka akan memilih gadget, karena ada banyak hal yang bisa di lakukan pada gadget tersebut. Mulai dari menonton, bermain game, atau sekedar scroll2 atas bawah sampai gak tau jam brpa..???

Dilema Gadget

Ajarkanlah anakmu sejak dini tentang ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan tidak hanya sebatas buku saja sebagaiman slogan “Buku jendela Dunia”

Kemajuan teknologi terutama smartphone yang menghadirkan banyak hal kedalam 1 alat smartphone kita akan semakin memudahkan kita dalam mencapai tujuan kita.

Namun dilemanya adalah “Gadget di Jadikan Hiburan Utama, bukan sebagai alat bantu”

Hal inilah salah satu yang membuat kita atau anak-anak kita menjadi candu akan gadget

 

“Buku atau Gadget” atau “Membaca” atau “Bermain Game” atau Nonton”

Seperti kita ketahui membaca adalah aktivitas kita memahami atau mengucapkan kata-kata yang tertulis pada suatu benda.

Membaca adalah proses menafsirkan dan mengerti teks yang tertulis dalam bentuk huruf, simbol atau tanda. Membaca merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi kebanyakan orang, karena memungkinkan kita untuk memperoleh informasi, berkomunikasi, dan belajar.

Membaca juga merupakan bagian dari proses belajar yang penting, karena memungkinkan kita untuk menemukan ide-ide baru, mengembangkan pemahaman kita tentang dunia, dan meningkatkan keterampilan bahasa.

Membaca, bermain game, nonton 

Ketiga hal ini adalah aktivitas terbanyak yang kita lakukan di gadget kita:

  • Bagi orang dewasa kebanyakn akan menggunakan gadget untuk melakukan aktivitas baca karena berkaitan dengan pekerjaan
  • Bagi anak-anak akan banyak di habiskan dengan 2 hal yaitu nonton dan maen game
See also  Saling Menasehati Sebagai Sumber Motivasi Keharmonisan Keluarga

 

Jika anak hanya nontondan maen game?

Sering denger kan candu gadget yang melanda anak-anak?

Iya karena di manjakan oleh 2 aktivitas tadi yaitu nonton dan maen game

Ketika sudah kecanduan, susahnya untuk melakukan healing kepada mereka agar terlepas dari candu tersebut.

 

Dari kondisi tersebut kita akan bisa melihat dan mengontrol anak-anak kita dan mengarahkan mereka untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat adalah menjadi kewajiban kita, yaitu anda-anda sebagai orang tua, bukan sekolah atau lembaga sosial lainnya.

 

Kenapa anak-anak kecanduan gadget

Anak-anak dapat tergoda untuk terus-menerus menggunakan gadget karena ada banyak faktor yang mempengaruhi. Berikut beberapa kemungkinan penyebab anak-anak kecanduan gadget:

  1. Teknologi yang menyenangkan: Banyak game dan aplikasi yang tersedia di gadget yang dapat memberikan sensasi yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka merasa ingin terus-menerus menggunakannya.
  2. Penggunaan gadget sebagai hadiah atau tanda penghargaan: Orangtua atau guru mungkin memberikan gadget sebagai hadiah atau tanda penghargaan kepada anak-anak, sehingga anak-anak merasa senang dan terdorong untuk terus menggunakannya.
  3. Ketergantungan emosi: Anak-anak mungkin merasa kesepian atau bosan, dan menggunakan gadget sebagai cara untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.
  4. Tekanan teman: Anak-anak mungkin merasa tertekan untuk terus-menerus menggunakan gadget agar tidak ketinggalan dengan teman-teman mereka yang lain.
  5. Kurangnya aktivitas fisik: Anak-anak yang terlalu banyak menggunakan gadget mungkin kurang terlibat dalam aktivitas fisik yang sehat, sehingga mengurangi kebutuhan mereka akan gerakan dan interaksi sosial.

Untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak, orangtua atau guru dapat memberikan batasan waktu yang sesuai dan mengajak anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas lain yang menyenangkan dan bermanfaat.

 

Ketergantungan Emosi dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Ketergantungan emosi adalah kondisi di mana seseorang menggunakan suatu hal (seperti gadget) untuk mengendalikan atau menghilangkan emosi yang tidak menyenangkan seperti kesepian, kemarahan, atau kegelisahan. Orang yang mengalami ketergantungan emosi terhadap gadget mungkin terus-menerus menggunakannya sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari emosi tersebut, meskipun hal ini mungkin tidak menyelesaikan masalah yang ada.

See also  ODGJ Kah? Polisi Berhasil Menangkap Penginjak Alquran di Sukabumi, MUI Minta Pelaku Diadili Dengan Tegas

Kurangnya aktivitas fisik adalah keadaan di mana seseorang tidak terlibat dalam cukup banyak aktivitas fisik yang sehat. Orang yang kurang terlibat dalam aktivitas fisik mungkin mengalami masalah kesehatan seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan masalah kardiovaskular. Anak-anak yang terlalu banyak menggunakan gadget juga mungkin kurang terlibat dalam aktivitas fisik yang sehat, sehingga mengurangi kebutuhan mereka akan gerakan dan interaksi sosial. Untuk mengurangi risiko kurangnya aktivitas fisik, penting untuk memastikan anak-anak terlibat dalam aktivitas fisik yang sehat setiap hari.

 

Cara mengatasi ketergantungan pada gadget

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketergantungan pada gadget:

  1. Tentukan batasan waktu yang sesuai: Atur batasan waktu yang sesuai untuk menggunakan gadget, misalnya satu jam sehari atau dua jam pada akhir pekan.
  2. Ajak anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas lain yang menyenangkan: Ajak anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas lain yang menyenangkan seperti bermain di taman, membaca buku, atau melakukan olahraga.
  3. Gunakan fitur kontrol orang tua pada gadget: Gunakan fitur kontrol orang tua pada gadget untuk membatasi waktu yang dapat digunakan anak-anak.
  4. Tutup akses ke aplikasi atau game yang tidak perlu: Tutup akses ke aplikasi atau game yang tidak perlu atau tidak sesuai bagi anak-anak.
  5. Jadikan gadget sebagai alat bantu, bukan sebagai sumber hiburan utama: Jadikan gadget sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bekerja, bukan sebagai sumber hiburan utama.
  6. Ajak anak-anak untuk membatasi waktu menggunakan gadget bersama: Ajak anak-anak untuk membatasi waktu menggunakan gadget bersama, sehingga terjadi interaksi sosial yang lebih banyak.
  7. Sediakan alternatif hiburan lain: Sediakan alternatif hiburan lain seperti permainan kartu, permainan papan, atau bermain musik.
  8. Ajak anak-anak untuk berbicara tentang perasaan mereka: Ajak anak-anak untuk berbicara tentang perasaan mereka yang mungkin menyebabkan mereka menggunakan gadget terlalu banyak, dan cari solusi yang bersama-sama.
  9. Sediakan waktu untuk istirahat: Sediakan waktu untuk istirahat yang cukup, sehingga anak-anak tidak merasa terdorong untuk terus-menerus menggunakan gadget.
  10. Dukung anak-anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa lisan: Dukung anak-anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa lisan dengan mengajak mereka berbicara, membaca, dan menulis.
See also  Peran Keluarga Dalam Membangun Motivasi Anak dan Pentingnya Komunikasi Dalam Keluarga

 

Gadget sebagai alat bantu, bukan sebagai hiburan utama

Gadget seperti smartphone, tablet, atau komputer dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bekerja, seperti mengerjakan soal-soal matematika, menulis laporan, atau mengirim email. Namun, gadget juga dapat menjadi sumber hiburan yang mudah diakses, sehingga anak-anak mungkin tergoda untuk terus-menerus menggunakannya untuk bermain game atau menonton video.

Untuk mengurangi kecanduan gadget, penting untuk membatasi waktu yang digunakan anak-anak untuk hiburan dan menggunakan gadget sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bekerja. Orang tua atau guru dapat membantu anak-anak untuk memahami bahwa gadget bukan merupakan sumber hiburan utama, melainkan alat yang bermanfaat untuk menyelesaikan tugas.

Dengan menggunakan gadget sebagai alat bantu, anak-anak juga dapat memperoleh manfaat yang lebih besar, seperti meningkatkan kemampuan belajar, mengembangkan kemampuan teknologi, dan meningkatkan kemampuan bahasa. Selain itu, anak-anak juga akan terbiasa untuk menggunakan gadget secara bijak dan tidak tergoda untuk terus-menerus menggunakannya sebagai sumber hiburan.