Energi Trust by Dewa Eka Prayoga

Energi Trust by Dewa Eka Prayoga
Energi Trust by Dewa Eka Prayoga

Noak.ID, Energi Trust – Walau memposisikan diri sebagai Owner, bukan berarti Saya gak ngapa-ngapain di . Salah satu peran besar owner adalah mengambil kebijakan. Ya. Harus berani ngambil keputusan. Karena corporate interest itu ada di Owner.

Memiliki ownership di puluhan brand, berarti menyentuh puluhan leader. Disini kawan-kawan mungkin penasaran, ngelola leader sebanyak itu bagaimana caranya?

energi_trust_by_dewa_eka_prayoga
credit: fb dewa eka prayoga

 

Salah satu yang Saya gunakan adalah The Art of Trust, yaitu seni untuk memberikan kepercayaan ke tim kita.

Bahwa setiap orang bisa punya potensi melanggar, itu udah jelas. Maka kuncian dan haluan harus baku. Supaya fraud gak terjadi.
Tetapi ketika selalu gak percaya sama tim juga menurut Saya masalah. Kita sebagai Owner akan jadi kerepotan ketika harus mengecek semua sisi dan kondisi, bahkan harus turun mengerjakan semuanya. Lantas, untuk apa ada tim?

Setiap manusia punya kelemahan, setiap manusia juga punya kelebihan. Disinilah seni yang Saya mainkan pada tim, kalau udah tahu lemah di sisi relation, ya jangan kasih unit bisnis yang butuh relation, letakkan kuatnya dimana, misalnya kuat di operation, finance, ya disitu.

Jadi memang harus kuat ilmu profiling. InsyaAllah Saya udah khatam urusan mendalami profile orang, hafal banget tim Saya kelakuannya dari A to Z. Apakah mereka sempurna? Nggak sama sekali. Tetapi apakah mereka gak bisa dipercaya? Saya gak gitu juga.

Kepercayaan itu seperti energi. Ketika kita mempercayai seseorang, maka itu seperti transferan energi besar ke jiwanya, itu yang bikin orang dihargai, yang bikin orang mau berkontribusi maksimal untuk organisasi. Urusan dia salah guna kepercayaan, sistem yang akan menjawab kok, paling patah sendiri.

Ketika kita percaya bahwa seseorang itu bisa tekun, bisa berubah, bisa lebih baik lagi, maka itu yang akan keluar dari dalam dirinya. Namun ketika seseorang itu kita curigai terus, kita gak percayai, kita take over terus kerjaannya, ya pasti dia kesel juga, kehardirannya jadi gak berarti. Gak guna. Jangan sampai begitu ya!

See also  Noak.id

Hati-hati itu perlu, waspada itu kudu. Harus….

Tetapi kalau hidup penuh nethink, alias negative thinking, apalagi di posisi sebagai seorang owner, itu bakalan capek sendiri. Gak tenang.
Maka penting untuk pilih orang yang tepat dan diposisikan di posisii yang tepat. Setelah itu didik, bentuk, dan kasih trust…. biarlah dia bergerak, lihat aja resultnya.

Seperti tulisan Saya kemarin, kita bisnis bangun sistem, bangun legacy, supaya waktu kita wafat, mengalir terus manfaat. Bukan malah bikin kerjaan.

Begitu ya…. Semoga kebayang ya.

Siap kasih trust ke tim dan partner?