Inilah Kisah Rasulullah ﷺ Bertemu Dengan Lailatul Qadar

Kisah Rasulullah ﷺ Bertemu Dengan Lailatul Qadar – Lailatul Qadr adalah dambaan setiap muslim di Bulan Ramadhan, karena kelebihannya adalah lebih baik dari 1000 bulan. Sebagaimana Rasulullah ﷺ. Bagaimana kisah Rasulullah ﷺ bertemu dengan Lailatul Qadar?

Kisah Rasulullah ﷺ Bertemu Dengan Lailatul Qadar

Rasulullah ﷺ bertemu Lailatul Qadar pada malam ke-27

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang beliau lakukan.

Ketika Rasulullah berdiri shalat, para sahabat juga menunaikan shalat. Ketika beliau menengadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut, malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Ketika Rasulullah ﷺ dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah ﷺ dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusyu tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah ﷺ dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya. Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun, sama sekali tidak bergerak seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya.

Beliau rupanya sedang masuk ke dalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi. Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kepalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya.

See also  Pertanyaan Seputar I'tikaf

Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Rasulullah ﷺ baru mengangkat kepala dan mengakhiri shalatnya ketika hujan berhenti.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah ﷺ bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah ﷺ. Namun, beliau pun mencegahnya dan berkata, “Wahai Anas, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya.”

Rasulullah ﷺ bertemu Lailatul Qadar pada malam ke-21

Dalam riwayat lain diceritakan, Rasulullah ﷺ bertemu Lailatul Qadar pada malam ke-21 sebagaimana diterangkan dalam Kitab Al-Muwaththa’ Hadis No 701 oleh Imam Malik. Dari Abu Said Al-Khudri sesungguhnya dia berkata, “Rasulullah ﷺ beri’tikaf pada puluhan yang kedua dari bulan Ramadhan. Pada suatu tahun setelah beliau sampai pada malam 21 yang seharusnya beliau keluar dari iktikaf pada pagi harinya, beliau berkata, ‘Barangsiapa turut beri’tikaf bersamaku, hendaklah beri’tikaf pada puluhan yang terakhir. Sungguh telah diperlihatkan kepadaku Malam Al-Qadar. Kemudian aku dijadikan lupa. Aku bersujud pada paginya di air dan tanah. Karena itu carilah dia di sepuluh akhir, carilah dia di tiap-tiap malam yang ganjil.’

Berkata Abu Sa’id, “Maka turunlah hujan pada malam itu, sedangkan masjid diatapi dengan daun kurma dan meneteslah air ke lantai. Kedua mataku melihat Rasulullah ﷺ kembali dari masjid, sedangkan pada dahinya nampak bekas air dan tanah, yaitu pada malam 21.”

Demikianlah momen ketika Rasulullah ﷺ bertemu Lailatul Qadar. ini menunjukkan betapa banyak rahasia dan hikmah di balik malam seribu bulan.

Wallahu’alam…