5 Cara Rasulullah Memakai Siwak Agar Selalu Bersih dan Harum

Cara Rasulullah Memakai Siwak – Bersiwak seperti kita ketahui merupakan kegiatan membersihkan gigi menggunakan kayu siwak yang biasanya di lazimkan di Jazirah Arab dan memiliki banyak sekali manfaat. Siwak adalah kayu dari ranting pohon Aarak atau Peelu, yang lazim terdapat di jazirah Arab. Bernama latin Salvadora Persica, siwak biasa digunakan sebagai sikat gigi sekaligus pasta gigi yang terkenal di jazirah Arab. Bagaimana cara Rasulullah memakai siwak?

cara rasulullah memakai siwak

Hadits Tentang Bersiwak

Beberapa hadits yang menjelaskan tentang bersiwak antara lain:

Dari Ali ibn Thalib Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah memerintahkan kami bersiwak: ‘Sesungguhnya seorang hamba jika berdiri menunaikan shalat, malaikat lalu mendatanginya, berdiri di belakangnya mendengar bacaan al-Qur`an dan mendekat. Malaikat terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya di atas mulut hamba tersebut, hingga tidaklah dia membaca satu ayat pun kecuali malaikat berada di rongganya,” (Riwayat Baihaqi).

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku, tentulah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu,” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

 

Kalau Siwak Tidak Memberatkan

Dalam hadits lain, Nabi mengucapkan, “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku tentulah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat,” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Keutamaan bersiwak sangat banyak. Bahkan penelitian-penelitian modern menemukan bahwa siwak lebih baik dan alami ketimbang sikat dan pasta gigi yang sekarang beredar luas. Rasulullah ﷺ pun sangat menyukai bersiwak (menyikat gigi dengan siwak).

Cara Rasulullah ﷺ bersiwak adalah sebagai berikut:

1. Cara Rasul Memakai Siwak: Berdoa sebelum bersiwak. Salah satu do’a yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah: “Allahumma thahhir bissiwaak Asnaaniy, wa qawwiy bihi Litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy“, yang artinya “Wahai Allah sucikanlah gigi dan mulutku dg siwak, dan kuatkanlah Gusi gusiku, dan fashih kan lah lidahku”;

See also  Kelembutan dan Ketegasan Dalam Menasihati Anak

2. Cara Rasulullah Memakai Siwak: Memegang siwak dengan tangan kanan atau tangan kiri (ada perbedaan pendapat tentang hal ini) dan meletakkan jari kelingking dan ibu jari di bawah siwak, sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk diletakkan di atas siwak.

3. Cara Rasulullah Memakai Siwak: Bersiwak dimulai dari jajaran gigi atas-tengah, lalu atas-kanan, lalu bawah-kanan, lalu bawah-tengah, lalu atas-tengah, lalu atas-kiri, lalu bawah-kiri. Jadi seperti angka 8 yang ditulis rebah

4. Cara Rasul Memakai Siwak: Langkah ke-3 di atas dilakukan 3x putaran;

5. Cara Rasul Memakai Siwak: Selesai bersiwak, mengucapkan hamdalah, “Alhamdulillah“.

Waktu Bersiwak Yang Di Sunnahkan

Kapan saja bersiwak? Rasulullah mencontohkan waktu-waktu utama bersiwak adalah sebagai berikut;

1. Hendak berwudhu dan sholat;

2. Ketika akan memasuki rumah;

Diriwayatkan dari Syuraih bin Hani, ia berkata: “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika memasuki rumahnya?” Aisyah menjawab, “Bersiwak”. (Riwayat Muslim).

3. Ketika bangun tidur.

Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan bersiwak setiap kali bangun tidur, termasuk saat bangun malam. (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah).

4. Ketika sedang berpuasa (shaum);

Dari Amir bin Rubaiah, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah bersiwak (berulang kali hingga aku tidak bisa menghitungnya), padahal beliau sedang berpuasa.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

5. Ketika hendak membaca Al-Qur’an.

cara rasulullah bersiwak

Beberapa hal lain yang pernah Rasulullah ﷺ contohkan tentang bersiwak:

1. Cucilah siwak sebelum menggunakan dengan air bersih;

2. Sebelum digunakan, sebaiknya siwak diperbaiki/diperbagus terlebih dahulu;

3. Boleh menggunakan siwak orang lain setelah dibersihkan;

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan,”Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersiwak lalu memberiku siwak tersebut untuk kucuci. Lalu aku menggunakan utk bersiwak kemudian mencuci setelah menyerahkan kepada beliau.”

See also  Di Masjidil Haram Kini Tersedia Alquran Braille Terjemahan Bahasa Indonesia

4. Bersungguh-sungguhlah ketika bersiwak;

5. Boleh bersiwak di hadapan orang lain (tidak harus sembunyi-sembunyi).

Wallahu’alam bissahawab.

[bg_collapse view=”link” color=”#4a4949″ icon=”arrow” ]

https: //islampos.com/

https: //republika.com/

[/bg_collapse]