Menghindarkan Anak Dari Sikap Tamak

Noak.id, Sikap tamak itu dilarang oleh agama sehingga para orang tua harus bisa mengkondisikan anak-anaknya untuk menghindari sikap buruk tersebut.

Tamak adalah sikap cinta kepada dunia secara berlebihan hingga melanggar hal-hal yang diharamkan. Karena tidak pernah merasa puas terhadap nikmat yang sudah diberi oleh Allah SWT.

Dampak Sikap Tamak

Sikap tamak itu menimbulkan banyak dampak negatif dalam kepribadian anak, diantaranya :

1. Tidak pernah merasa puas dengan nikmat yang ada.
2. Tidak bisa bersyukur atas nikmat yang diberi oleh Allah.
3. Gelisah, galau dan iri hati jika melihat orang lain memiliki nikmat yang lebih dari dirinya.
4. Tidak bisa bersikap baik dan tulus kepada orang yang memiliki nikmat lebih banyak darinya.
5. Berambisi untuk mencapai nikmat yang lebih banyak dengan cara yang tidak logis.
6. Menghalalkan segala cara untuk meraih keinginannya.
7. Sikap tamak akan menimbulkan sikap buruk lainnya yaitu gila harta, pelit, rakus dan merampas hak orang lain.
8. Bertambah cinta pada dunia dan melupakan kehidupan akhirat dan hati menjadi keras.

 

Menghindarkan Anak Dari Sikap Tamak

 

Karena itu, Islam melarang sikap tamak sebagai mana Rasulullah SAW bersabda :

 

عليك باليأس مما في أيدي الناس فإنه الغنى، وإياك والطمع فإنه الفقر الحاضر، وصل صلاتك وأنت مودع، وإياك وما يعتذر منه” ( رواه الحاكم )

” Hendaklah kamu tidak berharap pada milik orang lain, sesungguhnya itulah kekayaan. Jauhilah sikap tamak, sesungguhnya hal itu menjadi kefakiran di masa yang akan datang, lakukanlah shalat bagaikan shalatmu yang terakhir dan hindarilah dari hal-hal yang membuat kamu udzur ( beralasan )”.

( HR. Hakim )

 

 

أُنْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَأَنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

See also  Tips Mengajarkan Anak Berbicara dengan Santun dalam Islam

“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian.”

(HR. Muslim )

 

Ibnu Atha’illah berkata : ” Tidaklah tumbuh dahan-dahan kehinaan, kecuali dari benih ketamakan.”