Keutamaan Puasa Syawal Bersama Keluarga Di Kampung

Keutamaan Puasa Syawal – noak.id – Setelah kita mudik dan berkumpul bersama keluarga, mungkin ada sebagian orang yang tidak sempat menikmati berpuasa bersama keluarga di kampung. Tentu momen bulan Syawal bisa di jadikan momen indah untuk menjalani puasa sunnah bersamaan. Menikmati sahur dan berbuka bersama dengan orang tua dan keluarga memang menjadi momen yang selalu di rindukan oleh setiap orang.

Keutamaan Puasa Syawal

Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan, seharusnya amal saleh terus ditingkatkan. Karena itu, setelah Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, umat Islam bisa melakukan ibadah puasa yang dikenal dengan puasa Syawal.

Puasa di bulan Syawal adalah salah satu puasa yang disunnahkan. Selain dapat menutup kekurangan puasa wajib, puasa sunnah di bulan Syawal juga memiliki keutamaan dan pahala yang besar.

Apa saja keutamaan puasa Syawal? Puasa Ramadhan yang dijalani selama sebulan lamanya menjadi berlipat-lipat lagi nilainya jika dilengkapi dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Dalam sebuah hadits dinyatakan berpuasa enam hari setelah Idul Fitri akan menerima pahala layaknya puasa selama satu tahun.

Dari Tsauban Ra bekas budak Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, “Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka seakan-akan dia berpuasa setahun penuh. Dan barang siapa berbuat satu kebajikan maka ia akan mendapat sepuluh pahala yang semisal. “ (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari saat Syawal, dia seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim).

Dalam redaksi lain dinyatakan, “Puasa sebulan Ramadhan (sama) dengan puasa sepuluh bulan. Dan, puasa enam hari saat Syawal (sama) dengan puasa dua bulan. Dengan demikian, sama dengan puasa setahun.” (HR. An-Nasa’i).

See also  21 Potret Kemeriahan Shalat Idul Fitri Di JIS

Selain itu, keutamaan puasa di bulan Syawal itu layaknya puasa sepanjang waktu. Dari Abu Ayyub Al-Anshari Ra bahwasanya aku berbicara kepadanya, Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa yang melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan kemudian ia menambahkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang waktu (satu tahun).” (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Sementara itu, Syaikh Muhammad bin Shalil Al-Utsaimin dalam bukunya Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam) menuliskan, Ahlul ilmi berkata bahwa puasa di bulan Syaban dan puasa enam hari pada bulan Syawal diibaratkan seperti shalat Rawatib sebelum dan sesudah sholat fardhu.