Ketika Kita Menyerah Dalam Berdoa, Apakah Boleh?

Menyerah Dalam Berdoa – Setiap kita berdoa tentu kita ingin cepat di kabulkan, namun kita lupa hakikat dari doa itu sendiri. Menyerah dalam berdoa adalah hal yang sangat tidak tepat sekali ada pada diri kita, karena terkabul atau tidaknya doa kita adalah tentu karena kehendak-Nya.

Tergesa-gesa dalam berdoa

Ketika kita ingin doa kita terkabul namun kita lupa hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam hadits sahih disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي”

“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Ia berkata, “Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Jadi ketika kita berdoa maka janganlah tergesa-gesa, termasuk berharap di segerakan doa tersebut. Bagaimana doa kita akan segera dikabulkan jika kita dalam berdoa saja tergesa-gesa?

menyerah dalam berdoa apakah boleh

 

Malas berdoa

Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan, bahwa dalam hadits di atas terkandung salah satu etika berdoa. Yakni terus menerus meminta dan tidak putus asa menunggu terkabulkannya doa. Sebab etika ini menunjukkan adanya kepatuhan, kepasrahan dan ketergantungan kepada Allah. Hingga sebagian ulama salaf berkata, “Aku lebih mengkhawatirkan terjangkiti malas berdoa, dibanding tidak dikabulkannya doaku”.

Janganlah malas dalam berdoa, tergesa-gesa, kemudian malas berdoa adalah penyakit yang harus di hindarkan jauh-jauh dari diri kita karena akan membuat hati kita membatu dan berburuk sangka pada-Nya.

Bahkan sebagian ulama menjelaskan, bahwa orang yang bosan berdoa lalu meninggalkannya; sejatinya ia telah menuduh Allah pelit. Sebab ia merasa telah maksimal dalam berdoa dan menganggap doanya sudah berhak dikabulkan Allah. Ternyata tidak juga dikabulkan. Berarti Allah pelit dong! Na’udzubillah min dzalik…

See also  1000+ Kata Kata Motivasi Hidup: Mencari Semangat dalam Setiap Langkah

Apakah kita memenuhi syarat terkabulnya doa?

Padahal manakala seorang berdoa dan belum dikabulkan, bisa jadi pemicunya adalah karena ia belum memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Atau dia masih melakukan hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa.

Ingatlah bahwa Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Tidak mungkin Allah mengingkari janji-Nya. Namun, proses pengabulan doa masing-masing orang itu tidak sama.

Ada orang yang doanya langsung di kabulkan sebagaimana yang dia minta. Namun, ada juga yang di kabulkan tapi temponya lama.

Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda dengan isi permintaannya. Karena Allah mengetahui, bahwa apa yang diminta orang tersebut kurang baik untuk dirinya.

Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.

 

Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menerangkan,

 

“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا”

 

“Setiap muslim yang berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan padanya salah satu dari tiga hal. (1) Akan segera dikabulkan doanya. Atau; (2) akan ditabung sebagai pahala di akhirat. Atau; (3) akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya. HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.

 

Penutup

Jangan pernah menyerah dalam berdoa, karena sungguh doa itu akan abadi, perbanyaklah doa maka akan membuatmu semakin dekat dengan-Nya meskipun doamu belum di kabulkan saat ini, namun Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. Wallahu’alam

See also  Taukah Kamu Apa Itu Toxic productivity