Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak

Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak, Otak merupakan organ yang sangat kompleks dan berfungsi dalam mengatur segala proses dalam tubuh, termasuk dalam mengatur detak jantung, keseimbangan cairan, tekanan darah, keseimbangan hormon, dan suhu tubuh. Otak juga merupakan organ yang bertanggung jawab dalam terjadinya gerakan, kognisi, kemampuan belajar, mengingat, emosi bahkan kesehatan manusia. Sayangnya, tanpa kita sadari, beberapa hal kecil yang kita lakukan sehari-hari ternyata dapat merusak otak dan mengganggu fungsinya.

Sebuah studi menyatakan bahwa kebiasaan buruk yang Anda lakukan dapat merusak sel-sel otak baik dalam jangka pendek ataupun panjang. Hal tersebut juga dapat mengarah ke perkembangan penyakit degeneratif pada tubuh. Oleh karea itu, kita harus mengetahui kebiasaan apa yang dapat merusak sel-sel otak Anda. Berikut kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak otak anda:

kebiasaan yang merusak otak

Tidak sarapan

Sarapan merupakan hal terpenting untuk dilakukan sebelum memulai kegiatan sehari-hari. Membiasakan diri dengan sarapan di pagi hari dapat mempengaruhi kinerja, daya tahan, dan situasi emosional. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan Anda kekurangan energi, kehilangan konsentrasi dan memori, suasana hati yang buruk, kinerja fisik dan intelektual miskin. Terlebih, kebiasaan melewatkan sarapan ternyata dapat membuat gula darah rendah, sehingga membuat tubuh kekurangan zat gizi yang dibutuhkan oleh otak. Dan pada akhirnya, kebiasaan tersebut dapat merusak otak dalam jangka panjang. Sebagai contoh, sebuah studi di Jepang di lebih dari 80.000 orang menemukan bahwa melewatkan sarapan meningkatkan risiko mengalami stroke dan tekanan darah tinggi.

See also  Kemuliaan Suami dan Istri

Kebanyakan makan

Tidak ada yang salah dari hobi makan. Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah, ternyata makan berlebihan dapat menyebabkan akumulasi zat sisa dalam bentuk lemak dan pengerasan arteri serebral, yang berdampak pada menurunnya kekuatan mental Anda. Sebuah studi yang dilakukan oleh Program Neuroscience di Penyalahgunaan Zat di Universitas Vanderbilt menemukan bahwa orang yang secara teratur makan makanan berlemak secara berlebihan dapat menderita kerusakan di otak. Hal tersebut dapat menyebabkan otak untuk mengirim sinyal untuk terus makan, meskipun orang tersebut sebenarnya sudah kenyang.

Minum alkohol

Alkohol dapat merusak organ tubuh, terutama sistem saraf, hati, dan jantung. Hal tersebut akan berdampak pada reaksi kimia yang terjadi di otak. Alkohol dapat mempengaruhi otak dalam banyak hal, seperti gangguan memori dan memperlambat waktu reaksi.

Kurang minum air putih

Pentingnya minum air putih berhubungan dengan kebutuhan cairan dalam tubuh. Orang yang kekurangan air putih akan mengalami dehidrasi atau tubuhnya kekurangan asupan air putih. Jumlah kebutuhan optimum bagi orang dewasa umumnya dalam sehari adalah sekitar 2 liter air putih.

Berdasarkan paparan dari salah satu dokter pada laman Alodokter, peranan air putih bagi tubuh antara lain mengatur fungsi pencernaan, menjaga kekebalan tubuh, serta dapat menjaga energi. Kurangnya asupan air putih akan menyebabkan keseimbangan gula dan garam mineral di dalam tubuh menjadi terganggu.

Kekurangan air putih selain menyebabkan dehidrasi, juga dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, pencernaan terganggu, hingga berdampak pada fungsi otak yang mengalami penurunan sehingga susah mengingat sesuatu.

Kurang tidur

Terlalu sibuk bekerja atau mengerjakan tugas dapat menjadi salah satu alasan orang-orang kekurangan waktu tidur. Kurangnya waktu tidur dapat berdampak pada kesehatan, seperti mudah stres, berkurangnya daya konsentrasi, menurunnya daya ingat, hingga penuaan dini yang ditandai dengan mata panda atau lingkaran hitam di sekitar mata.

See also  Taukah Kamu Apa Itu Toxic productivity

Waktu tidur yang cukup sangat diperlukan agar tubuh kita tetap dapat berfungsi secara prima. Kita harus pandai mengatur waktu serta mengetahui batasan untuk tubuh, kapan waktu untuk bekerja atau belajar, dan kapan waktu beristirahat.

Terlalu banyak tidur

Sama seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk otak. Penyebabnya, tidur berlebihan akan membuat otak tidak cukup aktif serta melemahkan daya pikir. Metabolisme tubuh juga dapat menurun dan tubuh menjadi kaku.

Merokok

Merokok bukan hanya membahayakan paru-paru saja, namun juga dapat merusak otak karena kebiasaan merokok ternyata dapat mengurangi asupan oksigen ke otak. Merokok juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer dan mengganggu mengganggu reproduksi DNA yang benar, karena amina heterosiklik yang dilepaskan selama pembakaran rokok mengarah ke mutasi yang menyebabkan sel-sel kanker.

Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Ternyata, terlalu banyak gula atau mengonsumsi makanan/minuman manis dapat menghambat penyerapan protein dan zat gizi dalam tubuh. Akibatnya, perkembangan otak dapat terhambat dan memungkinkan untuk terjadinya kekurangan gizi (malnutrisi).

Mendengarkan musik dengan volume kencang

Banyak orang yang gemar mendengarkan musik memakai earphone atau headphone dengan volume yang tinggi. Padahal, kebiasaan ini tak hanya merusak pendengaran saja. Kebiasaan ini mengakibatkan sejumlah masalah lanjutan pada otak seperti kehilangan memori atau kerusakan jaringan.

Merokok atau Menghirup Udara Berkualitas Buruk

Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyusutkan otak. Dampak jangka panjang dari penyusutan otak ini adalah penyakit alezheimer.

Rokok dan udara yang tercemar ini juga mengandung banyak zat yang berbahaya untuk dihirup, contohnya karsinogen yang dapat merusak sel otak.